Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu .breadcrumbs{ padding:5px 5px 5px 0; margin:0;font-size:95%; line-height:1.4em; border-bottom:4px double #cadaef} -->

AD (728x90)

1

Tuesday, July 10, 2012

Pemanfaatan Rumput Laut Coklat

Share it Please
Penggunaan utama dari rumput laut coklat adalah sebagai bahan makanan dan sebagai bahan baku alginate dengan melakukan system ekstraksi hidrokoloid.  Rumput laut coklat tumbuh baik pada perairan dingin sampai dengan suhu 20 ° C. Rumput laut cokelat yang ditemukan di perairan hangat,  kurang cocok untuk produksi alginat dan jarang digunakan sebagai  bahan makanan.

Rumput laut coklat sebagai bahan makanan sebagian besar berasal dari jenis Laminaria Genera, Undaria dan Hizika. Awalnya rumput laut coklat sebagai bahan makan di ambil dari alam, namun karena pertengahan abad ke-20 ketersediaannya di alam tidak mencukupi permintaan yang semakin meningkat, maka sejak saat itu budidaya rumput laut coklat mulai di kembangkan. Saat ini rumput laut coklat sebagai bahan makanan berasal dari hasil budidaya dan bukan lagi di ambil dari alam.

Spesies rumput laut dari genus Laminaria banyak dikonsumsi  di Jepang , China dan Korea. Rumput laut jenis  Laminaria berasal dari Jepang dan Korea, dan di bawa ke Cina, pada tahun 1927 di sebelah utara kota Dalian (sebelumnya Dairen). Sebelumnya, China mengimpor rumput laut jenis ini dari dua Negara tersebut  yang di panen dari alam. Pada tahun 1950, Cina mengembangkan system  budidaya Laminaria dengan system longline, hal tersebut mampu meningkatkan pendapatan yang cukup signifikan pada masyarakat pesisir di negaranya. Pada 1981, China mampu memproduksi  1200000 ton basah per tahun untuk jenis rumput laut Laminaria ini. Pada akhir 1980-an, produksi turun karena beberapa petani karena para petani beralih kepada budidaya udang. Kemudian Pada pertengahan 1990-an, produksi mulai meningkat dan panen dilaporkan pada tahun 1999 adalah 4500000 ton basah. Saat ini Cina melakukan budidaya Laminaria secara intensif dan memiliki pasar export yang cukup bagus.

Rumput laut Laminaria asal Jepang banyak di hasilkan dari utara Pulau Hokkaido, di daerah ini rumput laut tumbuh subur secara alami. Namun seiring dengan berkembangnya negeri sakura ini sejak setelah perang dunia kedua, kebutuhan akan rumput laut laminaria semakin meningkat dan menyebabkan kekurangan pasokan di dalam negerinya makanya pada tahun 1970 mereka merasa perlu untuk melakukan budidaya secara intensif.

Rumput laut jenis Undaria telah dipanen dari  alam selama bertahun-tahun oleh masayarakat pesisir pantai di Korea, Cina dan Jepang.  Korea memiliki konsumsi tertinggi dari tiga Negara tersebut. Budidaya dimulai di Korea dan Jepang pada tahun 1960, tetapi tidak sampai pertengahan 1980-an  Cina juga melakukan hal yang sama . Pada tahun 1999, Korea memproduksi sekitar 5000 ton basah rumput laut hasil panen dari alam  dan sekitar 250000 ton basah hasil budidaya. Di China Laminaria lebih populer daripada Undaria, dan pada pertengahan 1990-an China panen sekitar 100000 ton basah Undaria dari hasil budidaya.

Hizikia lebih populer di Jepang dan Korea dan  dipanen dari alam. Tahun 1984 Korea memanen sampai dengan 20 000 ton basah, ketika budidaya dimulai. Sejak saat itu di pantai barat daya Republik Korea, terus di lakukan budidaya  sehingga pada tahun 1994 sekitar 32000 ton basah berhasil dipanen dari budidaya dan  6000 ton basah dipanen dari alam. Sebagian besar Laminaria dari Korea di export ke Jepang.





Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 comments:

Post a Comment

© 2013 RahimNetwork. All rights resevered. Designed by Templateism